Tampilkan postingan dengan label CERPEN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CERPEN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Agustus 2018

BUKAN PILIHANKU



Akhir bulan Oktober lalu aku pulang dari pondok pesantren dengan membawa segenap pengetahuan dan pengalaman. Sabtu siang pengasuh pondokku telah resmi melepasku dan mengembalikanku ke pangkuan orang tuaku. Ayah dan ibuku telah 'memungutku' kembalii setelah beberapa tahun mereka 'membuangku' ke pesantren. "Akhirnya aku bebas juga dari penjara suci itu," Kataku dalam hati. Sebagai seorang alumni pesantren, aku sangat menyadari bahwa aku pulang membawa beban moral yang cukup berat, aku harus bisa menjaga nama baikku dan keluarga. Akan teapi aku tak terlalu memikirkan hal itu. Ibarat burung yang baru lepas dari sangkarnya, aku mulai terbang bebas sesuka hatiku menikmati duniaku yang baru. Gaya hidupku yang baru sangat jauh berbeda dengan yang dulu. Aku tak lagi dibelenggu oleh seperangkat aturan. Aku juga tak perlu lagi berlama-lama antre untuk mandi. Sebelum tidurpun aku tak perlu rebutan bantal dulu. Bahkan untuk makanpun aku tak perlu bersusah payah memasak sendiri. Aku benar-benar seperti budak yang baru saja merdeka. Kunikmati kemerdekaanku sepuas hatiku sampai akhirnya aku lupa latar belakangku sebagai santri. Sarung motif kotak yang dulunya jadi kebanggaanku telah berganti celana jeans a abu-abu. Kopiah yang dulu tak lepas dari kepalaku sudah menjadi sarang nyamuk di dinding kamarku. Buku-buku fiksi yang setia menemaniku sebelum tidur telah berganti dengan sebatang telepon genggam yang canggih. Alat itu membuat kebebasanku semakin tidak terbatas. Aku dapat mengintip dunia hanya dengan sentuhan jari. Segudang informasi bisa kudapat dengan mudah, tak terkecuali informasi-informasi yang negatif. Tak sulit bagiku mendapatkan seribu teman melalui seperangkat aplikasi media sosial dalam smartphoneku itu.